Sunday, April 19, 2020

Mengenal Capung


DUNIA CAPUNG
(ODONATA)



Mengenal Capung

Di dunia ini siapa sih yang tidak tau capung? Hewan yang selalu terbang gesit ini pasti ada di sekitar lingkungan kita. Baik itu di halaman rumah, jalan, perkebunan, bahkan sampai ke tengah hutan pun pasti ada capung. Bahkan saat berkendara pun kita bisa menabrak capung yang sedang terbang dengan gesitnya.
Capung merupakan jenis serangga yang dapat dikenali dengan mudah dan mempunyai ciri khas masing – masing dari setiap spesies. Bagi saya sendiri capung merupakan serangga yang istimewa, selain terbangnya yang gesit capung juga mempunyai variasi corak tubuh dan sayap yang sangat cantik. Dengan kecantikannya itu, membuat saya kesengsem dan terus berusaha untuk memburunya (mengabadikan dengan foto) berusaha sekuat tenaga untuk mengoleksi sebanyak – banyaknya spesies yang bisa saya dapatkan.
Siapa sangka serangga yang di dunia ilmiah ini dikenal dengan sebutan Odonata ternyata sangat berjasa di lingkungan kita. Keberadaan capung berkaitan erat dengan air, sehingga capung bisa dikatakan sebagai bio indikator. Jika masih banyak capung di sekitar perairan maka dapat kita simpulkan bahwa perairan tersebut masih bersih. Mengapa ini terjadi? Karena capung akan bertelur di dalam air yang bersih. Setelah menetas telur akan berubah menjadi nimfa dan hidup di air dalam waktu yang cukup lama. 

Setelah sekian lama di dalam air, nimfa akan menetas menjadi seekor capung. Nimfa yang biasanya berenang sekarang sudah bisa terbang bebas di udara dan melupakan dinginya air. Capung dewasa aktif disiang hari terutama saat mencari makan. Kita akan kesulitan mengamati capung di siang bolong, karena mereka sedang aktif  - aktifnya mencari makan.  Sehingga ketika kita dekati untuk diambil gambarnya pasti lagsung terbang. Beberapa capung hanya aktif sesaat setelah fajar dan menjelang senja (krepuskular), dan beristirahat disiang hari. Selain dua jenis ini, capung ada juga yang nokturnal yaitu jenis capung yang aktif pada malam hari tapi jumlahnya sangat sedikit. Biasanya capung ini menghampiri cahaya yang menyala pada malam hari seperti cahaya lampu di rumah kita.
Dari warna tubuhnya yang sangat indah, ternyata capung dikenal sebagai pemangsa (predator) yang sangat efektif pada fase hidup dewasa maupun nimfa. Sifat predatornya inilah yang sangat berjasa kepada para pak tani sebagai pengendali hama yang baik. Capung akan memangsa serangga – serangga kecil yang menjadi musuh petani seperti wereng dan lainnya. Efektivitas pengendali hama ditunjang oleh karekter visual yang berkembang cukup baik, serta kemampuan terbang yang gesit khususnya kelompok capung sejati. 
  bersambung...

No comments:

Post a Comment