DUNIA
CAPUNG
(ODONATA)
Mengenal Capung
Di dunia ini siapa sih
yang tidak tau capung? Hewan yang selalu terbang gesit ini pasti ada di sekitar
lingkungan kita. Baik itu di halaman rumah, jalan, perkebunan, bahkan sampai ke
tengah hutan pun pasti ada capung. Bahkan saat berkendara pun kita bisa
menabrak capung yang sedang terbang dengan gesitnya.
Capung merupakan jenis
serangga yang dapat dikenali dengan mudah dan mempunyai ciri khas masing –
masing dari setiap spesies. Bagi saya sendiri capung merupakan serangga yang
istimewa, selain terbangnya yang gesit capung juga mempunyai variasi corak
tubuh dan sayap yang sangat cantik. Dengan kecantikannya itu, membuat saya kesengsem dan terus berusaha untuk
memburunya (mengabadikan dengan foto) berusaha sekuat tenaga untuk mengoleksi
sebanyak – banyaknya spesies yang bisa saya dapatkan.
Siapa sangka serangga
yang di dunia ilmiah ini dikenal dengan sebutan Odonata ternyata sangat berjasa di lingkungan kita. Keberadaan capung
berkaitan erat dengan air, sehingga capung bisa dikatakan sebagai bio indikator.
Jika masih banyak capung di sekitar perairan maka dapat kita simpulkan bahwa
perairan tersebut masih bersih. Mengapa ini terjadi? Karena capung akan
bertelur di dalam air yang bersih. Setelah menetas telur akan berubah menjadi
nimfa dan hidup di air dalam waktu yang cukup lama.
Setelah sekian lama di dalam air, nimfa akan
menetas menjadi seekor capung. Nimfa yang biasanya berenang sekarang sudah bisa
terbang bebas di udara dan melupakan dinginya air. Capung dewasa aktif disiang
hari terutama saat mencari makan. Kita akan kesulitan mengamati capung di siang
bolong, karena mereka sedang aktif -
aktifnya mencari makan. Sehingga ketika
kita dekati untuk diambil gambarnya pasti lagsung terbang. Beberapa capung hanya
aktif sesaat setelah fajar dan menjelang senja (krepuskular), dan beristirahat disiang hari. Selain dua jenis ini,
capung ada juga yang nokturnal yaitu
jenis capung yang aktif pada malam hari tapi jumlahnya sangat sedikit. Biasanya
capung ini menghampiri cahaya yang menyala pada malam hari seperti cahaya lampu
di rumah kita.
Dari warna tubuhnya yang sangat indah, ternyata
capung dikenal sebagai pemangsa (predator)
yang sangat efektif pada fase hidup dewasa maupun nimfa. Sifat predatornya
inilah yang sangat berjasa kepada para pak tani sebagai pengendali hama yang
baik. Capung akan memangsa serangga – serangga kecil yang menjadi musuh petani
seperti wereng dan lainnya. Efektivitas pengendali hama ditunjang oleh karekter
visual yang berkembang cukup baik, serta kemampuan terbang yang gesit khususnya
kelompok capung sejati.
bersambung...
No comments:
Post a Comment